Feeds:
Tulisan
Komentar

Idul Fitri 1429

Saya dan keluarga mengucapkan Selamat merayakan hari raya Idul Fitri bagi semua teman, rekan, keluarga, pengunjung blog yang merayakan, mohon maaf lahir batin atas segala kesalahan kata dan tindakan yang telah dan akan terjadi.

Terima kasih,

The World is Flat

Sebuah buku dari Thomas Friedman berjudul The world is Flat mengungkapkan bahwa jaman sekarang ini dunia menjadi semakin datar dalam pengertian berbagai hal yang terjadi akhir-akhir ini membuat lapangan “pertandingan” bisnis menjadi lebih seimbang. Beberapa hal yang mendorong pendataran dunia:

  1. Fall of the Berlin Wall, menandai akhir era perang dingin membuat pengkotak-kotakan dunia menjadi runtuh.
  2. Netscape IPO, menandai awal era internet.
  3. Work flow software, menandai masukkan era connectivity dan interactivity dengan di terapkannya berbagai protokol yang memungkinkan global work flow.
  4. Open-sourcing, banyaknya progam yang dibangun berdasarkan opensource membuat harga-harga software menjadi sangat terjangkau oleh banyak kalangan.
  5. Outsourcing, trend outsourcing di perusahaan-perusahaan besar dunia yang meng-outsource business processnya yang bukan merupakan core usahanya ke pihak lain mendorong interconnectivity secara global.
  6. Offshoring, demikian juga offshoring dimana perusahaan Amerika dan Eropa memindahkan bukan hanya sebagian dari business procesnya melainkan seluruh unit produksinya ke negera lain semakin membuat hubungan industrial global merata.
  7. Supply-chaining, perusahaan seperti WallMart atau Carrefour memiliki supply chain management yang mengglobal untuk mengisi ribuan tokonya dengan ratusan ribu produk-produk dari berbagai negeri. sehingga terciptalah pasar global dimana perusahaan kecil di negara berkembangpun bisa turut menjual ke perusahaan raksasa dengan akses yang tepat.
  8. Insourcing, jika outsourcing sifatnya business process yang di lempar keluar, dalam insourcing ada pihak luar yang di ajak kedalam untuk menangani proses bisnis tertentu.
  9. In-forming, booming informasi seiring dengan perkembangan berbagai teknologi informasi dan komunikasi mendorong kemudahan komunikasi global yang mendorong proses pendataran dunia.
  10. Wireless, teknologi wireless membuat mobilitas meningkat baik ditingkat lokal ataupun global.

Dalam bahasanya sendiri Thomas Friedman menulis dalam bukunya:

“the world is becoming flat. Several technological and political forces have converged, and that has produced a global, Web-enabled playing field that allows for multiple forms of collaboration without regard to geography or distance – or soon, even language.”

Pendataran dunia ini berimplikasi bahwa pengusaha-pengusaha di negara berkembang seperti Indonesia, bila tahun cara memanfaatkan berbagai fasilitas yang ditawarkan teknologi baru akan dapat bersaing dengan pengusaha-pengusaha dari luar negeri.

Sebagai contoh, Singapore merupakan negara pengekspor ikan hias terbesar di dunia. Pastinya ikan hias itu berasal dari berbagai negara dan salah satunya pasti Indonesia. pengusaha di sana bertindak sebagai trader yang menghubungkan pembeli di Eropa atau Amerika dengan petani/peternak ikan hias. Dengan teknologi sekarang ini dimungkinkan sang peternak/petani berhubungan langsung dengan buyer sehingga meniadakan intermediasi.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan seiring dengan semakin datarnya dunia ialah:

  1. Komunikasi ke seluruh dunia yang semakin murah dan mudah. Pengusaha kita dapat bersaing dengan pengusaha global, paling tidak theorinya bisa seperti itu.
  2. Akses buyer secara langsung di pasar utamanya. Ini bisa terjadi baik di dunia B2B ataupun di B2C. Pengerajin di Bantul Jogja bisa menjual produknya langsung pada pembeli di Amerika atau Eropa bila terjadi saling percaya.
  3. Persaingan memperolah makna baru karena ketika kita membuat produk maka kita harus berfikir untuk bersaing dalam lingkup yang lebih global. Walau beberapa produk bisa memanfaatkan keunggulan lokasi,  namun dengan berkembangnya sistem logistik global perbedaan ini semakin kecil. contohnya buku dari luar negeri mungkin bisa di beli dengan harga yang lebih murah melalui Amazon.com dibanding di toko buku setempat.
  4. Diferensiasi, core value produk atau service yang didukung oleh core competency perusahaan harus semakin kuat. Diferensiasi produk harus jelas dan tegas sehingga dapat bersaing secara global.
  5. Online presence mencerminkan kredibilitas dan bonafiditas dari perusahaan. perusahaan besar dapat terlihat buruk bila memiliki website yang buruk, sebaliknya perusahaan yang kecil dapat terlihat profesional dan kredibel karena memilik situs yang baik.
  6. Information leverage informasi dapat tersebar dengan cepat sehingga dengan pendekatan yang benar, dengan menggunakan tools yang tersedia secara online, dengan biaya minim kita dapat mendapatkan eksposur yang luar biasa besar.

Demikian beberapa hal yang perlu diperhatikan. Tentunya masih banyak hal yang belum tercantum dan akan berubah seiring dengan proses pendataran dunia ini.

Customers are in Control

Dimulai dari remote control yang sederhana kekuatan konsumen bertambah sedikit demi sedikit hingga saat ini di era digital kekuasaan konsumen mencapai puncaknya. Saat ini kemampuan marketer untuk mengkomunikasikan iklan-iklan atau pesan-pesannya tidak lagi seperti sebelumnya. Beberapa hal yang mendukung shifting power ke konsumen diantaranya:

  1. Easy to Compare Price/Product, Internet membuat konsumen dengan mudah dapat membanding-bandingkan harga antara satu toko dengan toko lain, bahkan ada situs-situs yang khusus untuk melakukan fungsi ini.
  2. Rating dan review oleh sesama konsumen telah membantu konsmen mendapatkan akses informasi yang lebih membumi.
  3. Remote Control, Dengan remote control konsumen dapat memilih untuk menonton iklan atau tidak. bahkan di Amerika sudah umum orang memiliki DVR atau Tivo yang memungkinkan mereka melakukan time shifting untuk menikmati acara TV tertentu.
  4. Pop Up Blocking, Saat browsing di Internet konsumen sudah memasang fitur banner pop up blocking yang secara efektif mengurangi keefektifan disply banner yang berbasis pop up window.
  5. Groundswell, Fenomena social di Internet dan perkembangan social media membangkitkan kekuatan konsumen melalui penyebaran informasi yang tidak lagi tergantung pada media konservatif. Charlene Lee menyebutnya Groundswell. Terbukti kekuatan ini bisa mengalahkan kekuatan PR perusahaan-perusahaan besar.
  6. Option In, Begitu banyak iklan dan barang, yang ditawarkan sehingga filtering dilakukan oleh konsumen dengan memblok info-info yang tidak di inginkannya ata tidak menarik buat dirinya. Dalam hal ini info yang dikirimkan begitu saja akan di anggap spam, marketer harus menggunakan option In atau harus mendapat ijin dari customer agar bisa menyampaikan pesannya.

Mobile 4 all

Booming perkembangan internet mengubah banyak landscape bisnis. Mulai dari bisnis musik hingga bisnis consmer goods. Mari coba kita lihat satu persatu apa sebenarnya kelebihan mobile dibandingkan media digital lainnya.

  1. Penetrasi, pengguna mobile saat ini atau dalam satu dua tahun kedepan mungkin sudah akan mencapai angka 3,3 milyar. Angka ini sudah mencapai kurang lebih 50% penduduk dunia. Wow, sebuah media yang sangat popular. fakta ini mensahkan mobile sebagai mass media ke 7 dalam sejarah media.
  2. Always carried, always on, sebagai media mobile dibawa kemana-mana, bahkan ke tempat-tempat private dimana media digital lain tidak bisa menjangkaunya. dan juga mobile selalu on, sehingga reach ke mobile bisa 24 x 7. Karena sifatnya ini juga mobile dapat memenuhi mood pemiliknya yang berubah-ubah. saat sang pemilik lapar mobile siap menampilkan pilihan restoran yang ada. saat inging nonton, mobil menyediakan akses langsung daftar bioskop lengkap dengan filmnya.
  3. Personal, mobile adalah satu-satunya media digital yang benar-benar bisa menjangkau individu tertentu karena sifatnya yang personal. one number for one person.
  4. Recording, mobile memiliki keunikan untuk men-capture user experience dengan recording function baik untuk Video ataupun untuk audio.
  5. Immediate, karakter dari mobile adalah reaksi cepat saat ini juga sehingga cocok digunakan untuk call to action type promotion.
  6. Location based, karena sifatnya yang dibawa kemana-mana maka mobile memilki keistimewaan lokasi. Dengan teknologi GPS ataupun GSM kita bisa mengetahui lokasi dari pengguna mobile sehingga mobile dapat digunakan untuk ad yang berbasis lokasi
  7. Direct Marketing, karena sifatnya yang personal, mobile merupakan alat direct marketing yang sangat efektif. Marketer hanya perlu berhati-hati agar tidak terjebak pada spamming.
  8. Build in Payment System, pembayaran pulsa mobile merupakan mekanisme yang dapat dikembangkan sebagai system pembayaran seperti halnya kredit card. contoh yang paling sederhana ialah ketika kita mendukung seorang kontestan Indonesia Idol, sebenarnya kita membayar melalui pulsa untuk mendapatkan hak suara tersebut.
  9. Mobile membuat media massa lama menjadi interaktif. contoh yang paling mudah ialah TV, dengan sms TV menjadi interaktif. Billboard dapat menjadi interaktif ketika menggunakan QR (Quick Respond) code yang mengarahkan orang yang memfoto code tersebut untuk mengakses webnya.

Demikian beberapa keunikan mobile media.

Broadcast vs Addressible

Kita terbiasa dengan model promosi atau iklan broadcast, sehingga sering di sebut mass media, sifatnya satu arah dan tidak terarah, karena dipancarkan kesemua arah dan “tidak peduli” apakah informasi yang dipancarkannya diterima, di lihat atau tidak. Organisasi seperti Nielsen yang membuatnya jadi make sense bahwa broadcast itu ternyata di lihat loeh, atau di dengar loeh, dst.

Kehadiran digital media mengubah secara mendasar filosofi ini. Dalam digital media seperti internet setiap konsumen mengakses melalui PC/Laptop yang memiliki IP tertentu, Dalam dunia mobile juga ada no Hp yang unik untuk setiap device. no dan alamat yang unik inilah yang di sebut addressible, artinya secara teknologi dimungkinkan untuk seorang marketer menyasar segment yang extreme seperti segment of one.

Namun jangan salah mengartikan bahwa digital media ini tidak menjangkau khalayak luas, saat ini dengan pengguna internet di Indonesia yang sekitar 25 juta, Internet bisa dikatakan sebagai mass media,…. mass media of one.

Peralihan karakter media ini yang membawa efek lainnya seperti kontekstual advertising, behavioral ad dst.

Dirancang oleh Tom Elliot, Apartemen Menteng 36 ini merupakan salah satu apartemen low rise yang sangat eksklusif, dan… terbatas, hanya ada 20 unit dan sudah terjual 5 unit pula.

Well, take a look some of its 3D below

Untuk detail mengenai proyeknya bisa langsung saja ke webnya www.boutiqueproperty.net

Membangun Brand Online

Hari minggu kemarin saya bermain dengan anak saya semata wayang, bermain menggambar dan mewarnai gambar-gambar. Menarik ketika giliran saya menggambar dan memilih warna putri saya itu merebut alat gambar atau alat mewarnai dan mulai membuat bentuk-bentuk baru yang sebelumnya tidak ada dalam rencana otak saya, begitu pula kombinasi warna-warna baru tersaji begitu saja enurut seleranya. mendadak saya merasa diingatkan bahwa dalam dunia digital konsumen pada dasarnya berlaku menyerupai fenomena ini.

Sebagai marketer kita coba membuat image brand berdasarkan konsep-konsep yang sudah di pikirkan matang-matang, seringkali bahkan dengan membayar konsultan brand yang cukup tinggi. Namun di era web 2.0 ini marketer harus berhati-hati karena seperti juga anak saya konsmen akan mencoba untuk menggambarkan image brand anda sesuai dengan apa yang ada dalam bayangannya dan mewarnainya sesuai dengan apa yang dilhatnya.

Web 2.0 yang merupakan conversation diantara para pengguna yang menimbulkan kekuatan Groundswell kedepan akan memiliki kekuatan yang significant dalam membentuk brand Anda. Merekalah yang sekarang memegang kontrol atas peredaran informasi di Internet, informasi itulah yang akhirnya membentuk image brand Anda.

Sebagai Brand owner apa yang sebaiknya anda lakukan?

  1. Join conversation, Anda sebaiknya bargabung dalam percakapan dan lintas informasi di Internet, dengan begitu Anda dapat sedikit banyak mempengaruhi arah pembicaraan. Perlu di ingat sebaiknya Anda masuk kedalam percakapan secara jujur dan open minded, jangan membuat fake blog (flog) seperti yang dilakukan Wal Mart.
  2. Critics, Menerima kritik sebagai masukkan, jangan anda melakukan konfrontasi langsung dengan konsumen, karena bila mereka tidak suka karena merasa arogansi perusahaan terlalu besar, mereka bisa melakukan posting berita atau kritik itu ke jauh lebih banyak blog lainnya. Terima kritik dengan elegan.
  3. Tools for Interaction, Sampai titik tertentu perusahaan atau brand owner harus juga membuka atau bahkan memberikan tools kepada konsumen untuk berinteraksi dengan brand baik memberi masukkan untuk pengembangan produk, review, atau komentar tertentu tentang produk anda.
  4. Brand Ambasador, Dengan mengawasi conversation yang terjadi perusahaan dapat memilih beberapa brand ambasador diantara mereka, brand ambasador ini yang kemudian dapat menjadi semacam buffer antara suara konsumen dan suara perusahaan, karena konsumen tentunya lebih percaya suara konsumen lainnya dibandingkan dengan suara perusahaan.

Demikian beberapa pemikiran yang bisa di share bersama.

Groundswell

Sebuah buku dari Charlene Li berjudul Groundswell mencoba menjabarkan kekuatan baru yang muncul di Internet berkaitan dengan kemunculan fenomena social media dan social teknologi di Internet.

Istilah ini per definisi yang say terjemahkan secara bebas ialah fenomena dimana konsumen atau kustomer tidak lagi mencari data informasi dari institusi-institusi resmi melainkan dari sesama konsumen dan kustomer. Secara umum fenomena ini menandai shifting power dan kontrol dari corporation atau perusahaan ke tangan konsumen. Kalau dulu perusahaan terutama media banyak mendrive informasi yang di lepas ke masyarakat melalui media konservatif seperti perusahaan consumer goods memasang iklan di TV, majalah, Koran, radio untuk menanamkan image tertentu di mata konsumennya. politisi membayar media dan PR untuk menyampaikan informasi mengenai image publik nya. Dokter dan para ekspert, konsultan memberikan informasi mengenai obat mana yang baik, produk mana yang baik dst.

Saat ini dengan fenomena Groundswell ini, konsumen berinteraksi dengan sesamanya dengan lebih intens dan lebih terbuka, melalui beberapa teknologi sosial yang ada sat ini konsumen atau kustomer mencari informasi sendiri kepada sesama konsumen. Pada kenyataannya mereka lebih percaya pada konsmen lain yang telah menggunakan produk tertentu dari pada apa yang dikatakan marketer dari perusahaan tersebut. sebagai contoh (ini dari pemahaman saya sendiri):

1. Untuk memilih mobil yang hemat, bagus, konsumen tidak lagi bertanya pada salesmen berapa penggunaan bahan bakarnya, melainkan mereka akan bergabng dengan komunitas mobil dan bertanya pada sekumpulan konsumen lain untuk mendapakan kesaksian asli.

2. Untuk memilih buku, konsumen bisa membaca buku yang mendapat review yang bagus ataupun mempunyai rating yang tinggi

3. Membeli obat, konsumen dapat mengakses web untuk mencari ingridient dari obat tersebut dan detail pengunaan serta manfaat obat. mereka mencari refference dokter yang baik yang peduli dengan pasien berdarakan masukkan dari komunitas.

4. Membeli rumah, dan menentukan lokasi banjir atau tidak, mereka lebh percaya pada apa yang dikatakan oleh members lain yang sudah tinggal di daerah tertentu dibanding dari broker propertynya.

5. Memilih sekolah Anak, Menentukan liburan dan banyak hal lainnya semuanya saat ini bisa didapat di internet dan karenanya konsumen cenderung untuk mendapatkan informasi-informasi tersebut dari sesamanya.

So, para pemilik produk atau brand, perlu waspada karena sekarang Anda tidak lagi in control terhadap pembentukan Brand atau image produk Anda.

Belva

Belva: salah satu townhouse yang memiliki design yang unik dan berani. Anda bisa melihatnya dibawah ini.

Design bagian interiornya pun terasa luas.

Light and Dark

Darkness can not exist in the present of light…

Satu kalimat yang saya dengar dari sebuah film Anime jepang di TV. well, ini membangkitkan kenangan lama saya menulis tentang kebaikan dan kejahatan yang mengambil filosofi ini. Pada dasarnya ialah kondisi yang bertentangan ini hanyalah situasi karena ada tidaknya unsur ketiga. dalam contoh di atas adalah ada tidaknya unsur cahaya, jadi bukan berarti benar-benar berlawanan.

Now,coba kita lihat beberapa case yang kelihatanya lawannya namun sebenarnya hanya situasi yang kondisional yang disebabkan ada tidaknya unsur ketiga. Berikut contohnya:

1. Gelap dan Terang, Gelap adalah kondisi tidak ada cahaya jadi memang kalau ada cahaya nggak mungkin ada gelap.

2. Pikiran positif dan pikiran negatif, mengacu pada filosofi diatas, maka kalau pikiran kita dipenuhi pikiran positif, maka otomatis yang bersifat negatif akan hilang, benarkah? coba kit renungkan lagi, saat semuanya berjalan mulus, kita senang dan berfikiran positif seolah pikiran negatif kita hilang.

3. Cinta dan Benci, kala orang di mabuk cinta rasanya semua tentang diri pasangannya so right nggak ada salahnya, beda setelah beberapa waktu kemudian. nah ada orang yang bilang benci tapi rindu, atau cinta tapi benci, menurut saya ialah situasi dimana muncul keragu-raguan sehingga berada diareal abu-abu, kembali pada analogi awal, itu daerah bayangan samar.

4. Hitam dan Putih, sebenarnya adalah kondisi ada tidak adanya cahaya yang berwarna warni itu sendiri, putih adalah kondisi dimana permukaan benda memantulkan hampir semua spektrum cahaya yang mengenainya, sedang hitam untuk permukaan yang menyerap cahaya.

5. Malam dan Siang, adalah efek ada tidaknya sinar matahari

Sebenarnya intiya kita harus selalu berada dalam cahaya, harus selalu memancarkan cahaya, atau memancarkan energi positif supaya tidak terjerat oleh hal-hal negatif, karena begitu kita tidak memancarkan pikiran dan energi positif, yang membawa kita dalam terang, kita akan otomatis menjadi negatif dan berada dalam gelap.

Kabar baiknya kita bisa selalu memancarkan pikiran dan perasaan yang positif melalui syukur kepada Tuhan YME dan perbuatan yang membuat kita bahagia.

« Newer Posts - Tulisan Sebelumnya »