Seorang anak diminta tolong oleh temannya untuk membantunya mengerjakan PR, karena dia tidak bisa mengerjakan. Beberapa waktu kemudian teman yang sama memintanya mengerjakan PRnya kali ini alasannya karena dia tidak sempat. Begitu juga pada beberapa kesempatan setelahnya. Pertanyaannya apakah anak yang diminta tolong itu baik atau bodoh? dimana batasnya? sampai berapa kalikah kita melakukan kebaikan sebelum disebut bodoh?
Well, jawabannya tentunya beraneka ragam tergantung setiap orang yang menilainya, ada yang bilang setelah 2 kali maka yang ketiga kalau masih membantu sudah dikatakan bodoh. ada yang 4 kali atau bahkan ada yang mungkin berpendapat membantu mengerjakan PR orang lain itu sudah suatu kebodohan.
Tapi, apakah baik atau bodoh ditentukan oleh pendapat orang? kalau begitu sangat relatif? Menurut saya bisa saja kita berfikir seperti ini, namun untuk dapat mengambil tindakan dengan mantap, kalau urusan menolong orang menurut saya lebih baik lihat ke diri sendiri sejauh mana keihlasannya. kalau ihlas ya berarti kita melakukan kebaikan, tapi kalau sudah nggak ihlas tapi tetap dilakukan karena alasan apapun, ya berarti kita melakukan kebodohan.







