<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Kekuatan Dunia: Teknologi VS Natural Resource</title>
	<atom:link href="http://brahmastagi.com/2007/10/29/kekuatan-dunia-teknologi-vs-natural-resource/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://brahmastagi.com/2007/10/29/kekuatan-dunia-teknologi-vs-natural-resource/</link>
	<description>The projection of my own</description>
	<lastBuildDate>Sat, 16 Jan 2010 19:05:03 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<item>
		<title>Oleh: Beta</title>
		<link>http://brahmastagi.com/2007/10/29/kekuatan-dunia-teknologi-vs-natural-resource/#comment-103</link>
		<dc:creator><![CDATA[Beta]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Feb 2009 19:58:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://brahmastagi.wordpress.com/2007/10/29/kekuatan-dunia-teknologi-vs-natural-resource/#comment-103</guid>
		<description><![CDATA[Posting yang menarik dan informatif. Menurut saya natural resource semakin berperan, tapi kompetensi masih jauh lebih penting. Contoh sederhana adalah Nestle. Perusahaan global ini tetap tumbuh walaupun di negaranya kopi tidak bisa tumbuh (!). Sampai saat ini pun Nescafe masih menjadi brand kopi yang mengglobal dan menggurita. Demikian pula kalau bicara minyak, bagaimanapun sampai saat ini faktanya hanya segelintir oil companies yang memegang industri minyak (sifatnya oligopolistik), sebutlah ChevronTexaco, Shell, Exxon, dsb. Padahal negara-negara Arab memiliki gudang minyak. Apakah semudah itu bagi negara Arab memainkan kekuatan politiknya untuk tidak mengizinkan perusahaan-perusahaan minyak Amerika dan Eropa untuk tidak beroperasi, misalnya. Walaupun Venezuela bisa bicara keras, namun Amerika tetap memegang pasar dunia, di mana 25% produk dan jasa dikonsumsi oleh Amerika. Power masih ada di tangan mereka yang memiliki kompetensi yang tinggi. Natural resources merupakan raw material yang penting, namun sebuah bangsa atau korporsai tetap memerlukan kompetensi level tinggi untuk  memiliki atau mengendalikan natural resources.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Posting yang menarik dan informatif. Menurut saya natural resource semakin berperan, tapi kompetensi masih jauh lebih penting. Contoh sederhana adalah Nestle. Perusahaan global ini tetap tumbuh walaupun di negaranya kopi tidak bisa tumbuh (!). Sampai saat ini pun Nescafe masih menjadi brand kopi yang mengglobal dan menggurita. Demikian pula kalau bicara minyak, bagaimanapun sampai saat ini faktanya hanya segelintir oil companies yang memegang industri minyak (sifatnya oligopolistik), sebutlah ChevronTexaco, Shell, Exxon, dsb. Padahal negara-negara Arab memiliki gudang minyak. Apakah semudah itu bagi negara Arab memainkan kekuatan politiknya untuk tidak mengizinkan perusahaan-perusahaan minyak Amerika dan Eropa untuk tidak beroperasi, misalnya. Walaupun Venezuela bisa bicara keras, namun Amerika tetap memegang pasar dunia, di mana 25% produk dan jasa dikonsumsi oleh Amerika. Power masih ada di tangan mereka yang memiliki kompetensi yang tinggi. Natural resources merupakan raw material yang penting, namun sebuah bangsa atau korporsai tetap memerlukan kompetensi level tinggi untuk  memiliki atau mengendalikan natural resources.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ini gue</title>
		<link>http://brahmastagi.com/2007/10/29/kekuatan-dunia-teknologi-vs-natural-resource/#comment-95</link>
		<dc:creator><![CDATA[ini gue]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 Oct 2008 09:09:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://brahmastagi.wordpress.com/2007/10/29/kekuatan-dunia-teknologi-vs-natural-resource/#comment-95</guid>
		<description><![CDATA[ini gue... 

kan gue tanya, 
&quot;bagaimana menurut mu...?&quot; 

lah, 
kok blm dijawab...? 

;-)]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ini gue&#8230; </p>
<p>kan gue tanya,<br />
&#8220;bagaimana menurut mu&#8230;?&#8221; </p>
<p>lah,<br />
kok blm dijawab&#8230;?<br />
 <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: undisclosed recipients</title>
		<link>http://brahmastagi.com/2007/10/29/kekuatan-dunia-teknologi-vs-natural-resource/#comment-10</link>
		<dc:creator><![CDATA[undisclosed recipients]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Nov 2007 08:23:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://brahmastagi.wordpress.com/2007/10/29/kekuatan-dunia-teknologi-vs-natural-resource/#comment-10</guid>
		<description><![CDATA[kalo menurutku, 
ke depan, yg akan menentukan adalah yang memiliki competitive advantage paling tinggi karena memiliki posisi tawar paling baik. 

ingat, competitive advantage adalah keunggulan yang tidak dimiliki pesaing dan susah utk ditiru. 

teknologi mesin tanpa sumber energi fossil sdh ada, tapi tidak bisa men-deliver performance sebaik mesin dgn sumber energi fossil (juga harganya). 

juga letak indonesia yg bergelimang cahaya matahari (juga brazil), membuat keduanya berpotensi menjadi raksasa industri berbasis natural resource (agro, timber, tanaman obat, mining, oil&amp;gas, dll). 

dgn &quot;keusangan sang waktu&quot; dimana laju amortisasi dari pengetahuan amat kencang dan bertambah datarnya dunia dimana apapun dapat dibeli (bahkan kompetensi), natural resource menjadi kunci. 

Peta persaingan pun berubah menjadi siapa yg paling pintar utk memanfaatkan natural resource nya dgn efisien &amp; berkelanjutan. 

bagaimana menurut mu...?]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kalo menurutku,<br />
ke depan, yg akan menentukan adalah yang memiliki competitive advantage paling tinggi karena memiliki posisi tawar paling baik. </p>
<p>ingat, competitive advantage adalah keunggulan yang tidak dimiliki pesaing dan susah utk ditiru. </p>
<p>teknologi mesin tanpa sumber energi fossil sdh ada, tapi tidak bisa men-deliver performance sebaik mesin dgn sumber energi fossil (juga harganya). </p>
<p>juga letak indonesia yg bergelimang cahaya matahari (juga brazil), membuat keduanya berpotensi menjadi raksasa industri berbasis natural resource (agro, timber, tanaman obat, mining, oil&amp;gas, dll). </p>
<p>dgn &#8220;keusangan sang waktu&#8221; dimana laju amortisasi dari pengetahuan amat kencang dan bertambah datarnya dunia dimana apapun dapat dibeli (bahkan kompetensi), natural resource menjadi kunci. </p>
<p>Peta persaingan pun berubah menjadi siapa yg paling pintar utk memanfaatkan natural resource nya dgn efisien &amp; berkelanjutan. </p>
<p>bagaimana menurut mu&#8230;?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

