Saya selalu tergoda dengan kenyataan bahwa hampir semua media didominasi olah berita-berita yang menimbulkan emosi negatif, atau berita buruk. Kriminal, perceraian, bencana, kekurangan dst. kecuali tentunya berita-berita mengenai olah raga seni yang cenderung netral. Ada juga media yang menjual informasi hobby seperti automotif, seni, rumah, gedget dst.
Yang ingin saya kemukakan disini terutama ialah media yang menyiarkan berita berita yang cenderung berita buruk atau bad news, seolah-olah tidak ada berita baik atau tidak dapat melihat sisi baik suatu kejadian. Seperti teori persepsi yang menyatakan apakah anda melihat gelas itu setengah penuh atau setengah kosong, mengapa tidak ada media yang memfokusnya point of view pemberitaannya pada sisi baiknya.
Misalkan bencana di Aceh, media ini akan memberitakan semua fakta yang terjadi di Aceh sama seperti media lainnya namun dengan point of vew bahwa bencana nasional ini justru membawa kebersamaan nasional dan semangat saling tolong-menolong. Atau berita korupsi, media ini mungkin akan memfokuskan pada langkah kecil maju yang telah dilakukan untuk proses pembersihan pemerintahan dan memberantas korupsi, sehingga menimbulkan keyakinan dan perasaan positif bahwa korupsi memang bisa di bersihkan, dan bukan memfokuskan berita pada mengakarnya korupsi di Indonesia sehingga orang yang membaca merasa seolah-olah korupsi tidak dapat di berantas. Bahkan kejadian kriminal seperti penculikan anak, media ini lebih berfokus pada mengapa terjadi penculikan dan apa yang bisa dilakukan untuk mencegah hal ini terulang, dan tentunya menghimbau untuk tidak melakukan hal yang sama.
Kesimpulan, media yang menimbulakan harapan dan hal-hal yang positif sehingga yang membaca dapat merasakan hidup yang lebih baik. Sebagai catatan idenya media ini bukannya hanya memuat berita baik saja, namun point of view dalam setiap penulisannya menimbulkan perasaan dan pikiran positif pembacanya. inilah yang menjadi dasar positioning dan diferensiasinya
Pertanyaannya kemudian memang apakah secara bisnis media seperti ini dapat di jual? apakah dapat menguntungkan? adakah pasar untuk jenis media seperti ini.
Atau,… pertanyaannya dibalik bagaimanakah memarketingkan atau menjual produk media yang seperti ini? Adabaiknya dipertimbangkan hal-hal seperti berikut:
1. Secara teori blue ocean, jelas media seperti ini memiliki customer value yang distictive dari para pesaingnya karena menawarkan sesuatu yang berbeda tentunya untuk segmen pasar yang berbeda. NamunĀ apakah nilai yang berbeda ini memang di value olah masyarakat? ini dia kuncinya.
2. Secara segmentasi dan target pasar, jelas media ini harus menyasar ke segmen orang-orang yang memang menginginkan berita positif apakah ada segemen ini atau kalaupn ada apakah sudah cukup besar?
3. Positioning, jelas berbeda diferensiasi ide ini sudah di jelaskan diatas, dan pastinya jika dipromosikan dengan benar dan di kombinasikan dengan konsep brand yang matang dapat dibangun brand personality yang kuat.
Untuk mereka yang bisnisnya media, bagaimana pendapatnya? apakah mungkin dilakukan? apakah pernah dilakukan dan bagaimana hasilnya?








kalau tidak salah di transTV pernah ada acara tajuk good news, yang dibawakan indra bekti dan oky lukman, em,,, sekarang gak tau kabarnya, saya uda jarang nonton TV.